web analytics

Pusaka Budaya dan Masyarakat di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku

Sosialisasi Arkeologi di SMA Unggulan Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Penelitian arkeologi yang dilaksanakan di wilayah Tanimbar dan sekitarnya dilakukan untuk melihat perspektif kemasyarakatan secara lokal. Pendapat dan argumentasi dari berbagai stakeholder di Tanimbar diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai sudut pandang pengelolaan tinggalan arkeologis di sana. Tenaga dokumentasi dilibatkan untuk proses perekaman data penelitian berupa data visual dan basis data verbal.

Hasil penelitian awal yang diperoleh adalah bahwa pusaka budaya dan masyarakat adalah dua hal tidak dapat dilepas-pisahkan. Masyarakat Tanimbar dengan keragaman latar sosial budaya dan hubungannya dengan sumber daya arkeologi itu sendiri menjadi perhatian utama dari penelitian ini. Survei dan wawancara dipilih sebagai pendekatan utama untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini survei dilakukan di beberapa situs arkeologi yang dipandang bisa mewakili potensi arkeologis dan pengelolaan pusaka budaya di Kepulauan Tanimbar. Ada tiga situs arkeologi yang dipilih sebagai representasi lokus pengamatan dalam pengumpulan data di penelitian ini yaitu Situs Monumen Perahu Batu Sangliat Dol, Situs Monumen Perahu Batu Arui Bab, dan Situs Arui Das.

Setelah penjelasan potensi arkeologis di atas, sebagai langkah berikut adalah klasifikasi dan analisis untuk menemukenali hal-hal yang berhubungan dengan usaha pelestarian ataupun preservasi. Hasil pengamatan atas data awal yang terkumpul dapat diamati bahwa ada sejumlah permasalahan aktual yang bersifat internal dan eksternal terkait pengelolaan sumber daya arkeologi dan pusaka budaya. Permasalahan internal tersebut menyangkut tidak hanya para pemangku kepentingan di desa yaitu antara masyarakat adat dan pemerintah desa namun juga antara pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan pemerintah desa itu sendiri. Salah satu permasalahan yang mengemuka adalah terkait program-program pengembangan kawasan situs yang diklaim oleh pemerintah desa dan masyarakat telah dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten secara sepihak.

Pada tahapan ini juga data yang dikumpulkan di lapangan akan disinkronkan dengan sumber-sumber pustaka utama terkait sejarah budaya Kepulauan Tanimbar yang menjadi rujukan dalam penelitian ini. Referensi utama dalam bahasa asing terkait etnografi wilayah penelitian akan diterjemahkan sebagai kontribusi riset bagi literasi budaya di Kepulauan Tanimbar. Himpunan data visual yang direkam dalam proses pengumpulan data juga akan dikompilasi sebagai sebuah dokumeter yang melengkapi hasil penelitian ini dan diharapkan menjadi referensi visual tentang pengelolaan pusaka budaya dan sumber daya arkeologi di Kepulauan Tanimbar.

Dalam kegiatan penelitian ini pula, tidak luput dilaksanakan kegiatan sosialisasi arkeologi kepada siswa SMA Unggulan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tajuk kegiatan yang diusung adalah Arkeologi Masuk Sekolah: Arkeologi, Media dan Pendidikan di Pulau Terdepan. Tujuan dari kegiatan ini adalah upaya untuk meluaskan pengetahuan arkeologi dan sejarah budaya kepada masyarakat secara khusus kepada siswa SMA. Materi yang disajikan adalah bagaimana menggunakan perangkat komunikasi untuk tujuan baik terutama dalam kaitan dengan pendidikan budaya. Kegiatan dilaksanakan dalam bingkai kerjasama dengan Komunitas Traveling Baronda Ambon. Di sini siswa diajarkan bagaimana melakukan kampanye budaya dan promosi tentang budaya dari daerah mereka melalui aplikasi media sosial seperti facebook, instagram hingga youtube. -Karyamantha Surbakti

© 2019 Balai Arkeologi Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.