web analytics

Peningkatan Jiwa Korsa Balai Arkeologi Maluku Tahun 2019

PENINGKATAN JIWA KORSA BALAI ARKEOLOGI MALUKU

1

Untuk  memperoleh  pegawai  negeri  sipil  yang  kuat,  kompak  dan  bersatu  padu,  memiliki kepekaan, tanggap dan memiliki kesetiakawanan yang tinggi, disiplin serta bertanggung jawab sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat sangat diperlukan jiwa korsa.

Jiwa korsa adalah semangat keakraban dalam korps. Jiwa korsa adalah kesadaran korps, perasaan kesatuan, perasaan kekitaan, suatu kecintaan terhadap perhimpunan atau organisasi. Tetapi kebanggaan itu secara wajar, tidak berlebihan, tidak membabi buta.

KORSA adalah singkatan dari Komando Satu Rasa. Ada juga yang mengartikan Korsa adalah kelompok manusia yang senasib, seperjuangan dan setujuan serta berkeinginan untuk selalu bersatu dan berada dalam satu kesatuan yang solid berlandaskan semangat persaudaraan dan kekeluargaan. Ciri jiwa korsa yang baik adalah:

1). Antusiasme dan rasa kebanggan segenap anggota terhadap organisasinya.

2). Reputasi yang baik terhadap organisasi lain.

3). Semangat persaingan secara sehat dan bermutu.

4). Adanya kemauan anggota untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

5). Kesediaan anggota untuk saling menolong.

64

Penanaman jiwa korsa dapat pula kita lihat pada lembaga-lembaga yang membentuk kader-kader mereka, di sekolah ataupun lembaga pendidikan yang akan membentuk kader kepemimpinan penanaman jiwa korsa dilakukan sejak awal dan selama pendidikan itu berlangsung.

Pembinaan jiwa korps ASN bertujuan untuk:

  1. Membina karakter/watak, memelihara rasa persatuan dan kesatuan secara kekeluargaan guna mewujudkan kerja sama dan semangat pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan kemampuan, dan keteladanan ASN;
  2. Mendorong etos kerja ASN untuk mewujudkan ASN yang bermutu tinggi dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara, dan abdi masyarakat;
  3. Menumbuhkan dan meningkatkan semangat, kesadaran, dan wawasan kebangsaan ASN sehingga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2004 Tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik ASN antara lain diatur mengenai nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam pembinaan jiwa korps dan kode etik yang memuat kewajiban ASN terhadap negara dan Pemerintah, terhadap organisasi, terhadap masyarakat, terhadap diri sendiri, dan terhadap sesama PNS, serta penegakan kode etik.

Balai  Arkeologi Maluku menyadari  sungguh pentingnya  pegawai  yang memiliki etos kerja, disiplin, bertanggung jawab dan dapat bekerja dalam tim, maka dilaksanakan kegiatan Peningkatan  Jiwa  Korsa  Pegawai  di  The  Natsepa  Hotel.  Ini  adalah  kali  pertama  kegiatan peningkatan Jiwa Korsa dilaksanakan di Balai Arkeologi Maluku dan mendapat respon sangat baik dari peserta.

18

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan semangat dan jiwa Korps Anggota KORPRI serta rasa solidaritas sesama anggota untuk mewujudkan soliditas organisasi. Kemudian, untuk meningkatkan rasa nasionalisme guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menumbuhkan semangat kerja keras, disiplin dan loyalitas dalam mengemban tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari sejak Selasa/Rabu (5-6 Maret 2019) ini diikuti seluruh   pegawai   dan   tenaga   honor   dengan   kegiatan   keakraban   dan   outbond   yang menggambarkan sikap kepemimpinan, disiplin, loyalitas dan tanggung jawab serta kebersamaan tim dalam aneka permainan dari para instruktur dari Kesatuan TNI Angkatan Udara Pattimura.

13

Kepala Balai Arkeologi Maluku, Bambang Sugiyanto, menjelaskan kegiatan pembinaan jiwa korsa pegawai merupakan acara keakraban yang dirangkaikan dengan kegiatan outbond yang aktifitasnya dilakukan di alam terbuka yang mengandung unsur hiburan, olah raga, loyalitas dan disiplin. Sebagai PNS, memiliki tanggung jawab yang besar serta dapat mewujudkan karakter serta misi kepemimpinan yang mengandung nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, toleransi, kepekaan,  kecerdasan  serta  rasa  kebersamaan  dalam  team  work  guna  membangun  rasa solidaritas, perasaan satu jiwa, satu rasa dan satu kata untuk menjadi pribadi yang utuh.

Kepala Balai Arkeologi Maluku menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan kepada seluruh pegawai melalui kegiatan ini dapat memahami arti penting manajemen diri dan profesi ASN serta pengembangan karakter dalam tim dan diwujudkan dalam tugas pekerjaan tiap hari di kantor.

Di akhir kegiatan, dilaksanakan Rapat Awal Kegiatan Tahun 2019, membahas program dan pelaksanaan kegiatan Penelitian Arkeologi dan Pengembangan Tahun 2019 sebagai tugas pokok Balai Arkeologi Maluku.

173

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.