Penelitian Arkeologis Benteng Pertahanan Tradisional di Ambon dan Pulau-Pulau Lease - Balai Arkeologi Provinsi Maluku

Penelitian Arkeologis Benteng Pertahanan Tradisional di Ambon dan Pulau-Pulau Lease

Masyarakat asli Maluku dahulu tinggal dan membangun permukiman di atas perbukitan dan gunung-gunung yang tinggi. Permukiman di atas pegunungan atau daerah yang tinggi dikenal dengan sebutan ‘Negeri Lama´ atau kampung tua yang sudah tidak dihuni lagi dan hanya menyisakan sejumlah data arkeologis untuk ditelusuri. Berdasarkan sejumlah literatur yang terpublikasi, bentuk permukiman semacam ini dikenal dan tersebar hampir di seluruh
Negeri di penjuru Maluku maupun Maluku Utara. Sejumlah permukiman negeri lama di maluku masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat, sehingga eksistensinya relatif cukup terjaga, namun tidak sedikit yang benar-benar nyaris terlupakan dan hilang jejak. Sebagian besar negeri lama yang tercatat, oleh masyarakat setempat disebut juga sebagai
‘benteng rakyat atau benteng tradisional.’ Sebutan benteng disematkan karena ditemukan temuan-temuan struktur batu yang membentuk dinding atau pagar yang dikenal juga dengan istilah lutur batu. Tradisi lisan masyarakat lokal juga mendukung riwayat keberadaan lutur batu sebagai bentuk dinding benteng yang dahulu dibangun oleh leluhur sebagai strategi pertahanan melawan VOC.

Berdasarkan analisis pustaka, diketahui bahwa negeri lama yang juga disebut benteng tradisional di Maluku memiliki beragam fungsi dan menjadi wilayah untuk bermukim, tempat ritual, pemakaman, pusat pemerintahan, maupun strategi pertahanan. Sejumlah sumber VOC cukup banyak menuliskan dan meriwayatkan penaklukkan dan peristiwa
sejarah yang pernah terjadi di sejumlah benteng tradisional di berbagai wilayah di Maluku.

Peristiwa yang berhubungan dengan keberadaan benteng tradisional sekaligus menjadi peristiwa legendaris yang secara umum dikenal oleh masyarakat dan termuat dalam sejumlah literatur sejarah antara lain peristiwa upaya VOC menguasai Jazirah Hoamual yang terangkum dalam Perang Lokki dan Perang Assaude, peristiwa upaya penaklukkan oleh VOC terhadap wilayah Jazirah Hitu yang terangkum dalam Perang Wawani dan Perang Kapahaha, serta peristiwa besar lainnya yaitu Perang Alaka, Perang Amaiha, dan keberadaan Benteng Sirisori Islam yang tidak luput dari catatan. Peristiwa-peristiwa perang tersebut merupakan bagian dari riwayat sejarah yang penting di Maluku.

Tujuan dari penelitian ini adalah menelusuri jejak-jejak benteng tradisional di sejumlah wilayah tersebut. Target capaian dari penelitian ini adalah merekonstruksi batas-batas lokasi area benteng dan membuat denah keruangan benteng. Penelitian dilakukan di 7 lokasi, antara lain Negeri Lokki dan Dusun Assaude di Pulau Seram Bagian Barat, Negeri Rohomoni di Pulau Haruku, Negeri Iha dan Negeri Sirisori Islam di Pulau Saparua, serta Negeri Kaitetu dan Negeri Morella di Pulau Ambon. Metode yang diterapkan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah penelusuran permukaan di lapangan untuk mencari indikasi bekas-bekas permukiman dan benteng di lokasi yang diduga merupakan bagian dari wilayah area benteng.

Indikasi-indikasi yang dikenali secara umum sebagai ciri suatu lokasi pernah menjadi tempat bermukim manusia antara lain temuan data artefaktual berupa fragmen tembikar dan fragmen keramik, serta penelusuran jejak lutur yang masih tampak untuk merekonstruksi area keruangan Benteng. Selain data artefaktual, dalam penelitian ini juga dilakukan pengumpulan data spasial untuk merekonstruksi denah permukiman benteng tradisional menggunakan analisis berbasis aplikasi pengindraan jauh, yaitu Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penelitian ini menjadi sumber referensi primer pertama yang menghasilkan data visual denah permukiman dan area Benteng Tradisional di 7 lokasi di Pulau Seram dan Kepulauan Ambon Lease. Hasil penelitian ini menjadi sebuah dasar yang kuat untuk penelitian lebih dalam terkait rekonstruksi sejumlah aspek kehidupan di permukiman Benteng Tradisional tersebut secara lengkap dan menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.