web analytics

PAMERAN ARKEOLOGI DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU

12Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 71 tanggal 17 Agustus 2016, Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif Kabupaten Kepulauan Aru, menggelar pameran seni dan budaya. Dalam kesempatan ini Dinas Parekraf mengundanag Balai Arkeologi Maluku untuk turut serta menggelar pameran arkeologi. Dalam pameran tersebut, Balai Arkeologi Maluku menampilkan pamerannya dalam bentuk poster, banner, leflet dan buku tentang hasil penelitian arkeologi di Pulau Ujir Kepulauan Aru, serta jurnal Kapata Arkeologi. Selain Balai Arkeologi Maluku, turut serta pula adalah Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku serta para siswa SMP di Kecamatan Pulau-Pulau Aru yang menampilkan hasil kreasinya berupa kerajinan tangan, dari berbagai hasil olahan barang-barang bekas yang menarik.
Pameran digelar di Lapangan Kota Dobo, sebagai pusat kegiatan masyarakat di Kota Dobo. Gelaran pameran bertepatan dengan upacara memperingati kemerdekaan RI ke 71. Usai upacara, bupati Kepulauan Aru berserta rombongan SKPD di damping Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif si empunya hajatan, berkenan membuka secara resmi pameran dan melihat stand-stand pameran yang ada. Bupati Kepulauan Aru, menyampaikan apresiasinya dalam kesempatan ini setelah melihat data-data hasil penelitian arkeologi oleh Balai Arkeologi Maluku. Dikatakannya, potensi arkeologi sebagai aset pendidikan dan wisata yang ada di Kepulauan Aru, senantiasa perlu dipromosikan dan disebarluaskan kepada publik. Dalam kesempatan kunjungan pameran, bupati menyambut baik terbitkan buku Arkeologi dan Pariwisata, Pesona Terpendam di Pulau Ujir Kepulauan Aru. Dengan terbitnya buku itu, setidaknya memberikan pengetahuan bagi siswa dan masyarakat umum tentang potensi arkeologi dan wisata yang belum tergarap.
34Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepulauan Aru, selama ini sudah menjalin kerjasama yang erat dengan Balai Arkeologi Maluku, selain melalui pameran hasil-hasil penelitian arkeologi seperti yang dihelat saat ini, pada tahun sebelumnya juga memfasilitasi kerjasama penelitian arkeologi di Pulau Ujir. Menindaklanjuti hasil penelitian itulah, maka pameran ini digelar dengan tujuan salah satunya untuk publikasi hasil penelitian tersebut. Kepala Dinas Parekraf kabupaten Kepulauan Aru, Ny. Selvina de Fretes mengharapkan pameran seni dan budaya, yang didalamnya juga menampilkan potensi arkeologi Kepulauan Aru, merupakan pertama kalinya digelar, juga sebagai langkah awal menuju publikasi potensi arkeologi dan pariwisata yang lebih berkembang lagi di masa yang akan datang. Harapannya perhatian masyarakat dan kepedulian pemerintah untuk program-program pengembangan seni dan budaya termasuk potensi arkeologi lebih meningkat lagi, mengingat pentingnya sumberdaya tersebut, sebagai modal pembangunan yang terbaharui yang bisa meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat. Potensi arkeologi dan pariwisata jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan dampak pembangunan jangka panjang yang signifikan bagi pembangunan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini karena masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan sumberdaya arkeologi sebagai asset pariwisata, sekaligus menciptkan peluang-peluang baru ekonomi kreatif bagi masyarakat khususnya sekitar obyek arkeologi sebagai destinasi wisata yang saat ini semakin popular di dunia. Demikian Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif menyampaikan dalam kesempatan kunjungan stand pameran seni dan budaya tersebut.
Adapun materi pameran dalam bentuk poster maupun banner, diantaranya memvisualkan tentang potensi arkeologi situs Uifana, Pulau Ujir Kabupaten Kepulauan Aru sebagai situs kampung kuno yang dikellilngi panorama sungai, hutan mangrove, agrowisata di desa ujir dan pantai ujir yang mempesona. Selain itu juga situa Gua Lisa Ibam yang terdapat guratan lukisan cadas di Pulau Kobror. Poster lain juga menampilkan peninggalan arkeologis Benteng Kota Lama di Pulau Wokam dan juga Benteng Samang. Secara keseluruhan materi pameran adalah situs-situs unggulan di Kepulauan Aru, selain potensial sebagai obyek studi untuk peningkatan wawasan dan pengetahuan sejarah dan budaya lokal, juga potensial dikembangkan sebagai obyek pariwisata budaya di Kabupaten Kepulauan Aru. (WH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.