Kunjungan Tim Kurator Festival Europalia 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Balai Arkeologi Provinsi Maluku

Kunjungan Tim Kurator Festival Europalia 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kepala Balai Arkeologi Maluku, Drs. Muhammad Husni M.M mendampingi Kepala Museum Nasional Republik Indonesia, Ibu Intan Mardiana, M.Hum, bertatap muka dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku
Kepala Balai Arkeologi Maluku, Drs. Muhammad Husni M.M mendampingi Kepala Museum Nasional Republik Indonesia, Ibu Intan Mardiana, M.Hum, bertatap muka dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku

Tanggal 23-25 Mei 2016 Balai Arkeologi Maluku mendapat kesempatan mendampingi tim kurator Festival Seni dan Budaya Europalia tahun 2017 dalam kunjungan ke Ambon. Kedatangan tim ini bertujuan melakukan peninjauan awal untuk mengumpulkan informasi terkait ragam benda budaya kuno asal Maluku yang potensial untuk ditampilkan dalam pameran internasional tersebut. Tim kurator ini terdiri dari direktur seni Festival Europalia, Dirk Vermalen; akademisi senior arkeologi Universitas Gajah Mada, Dr. Daud Tanudirdjo; praktisi seni budaya nasional; dan sejarawan Maluku sekaligus pemerhati pusaka wilayah ini asal Negeri Belanda, Wim Manuhuttu. Ikut serta dalam kunjungan tersebut Kepala Museum Nasional Republik Indonesia, Ibu Intan Mardiana, M.Hum.

Diskusi Kepala Balai Arkeologi Maluku Drs. Muhammad Husni M.M bersama Tim Kurator Europalia 2017 dan Kepala Museum Nasional
Diskusi Kepala Balai Arkeologi Maluku Drs. Muhammad Husni M.M bersama Tim Kurator Europalia 2017 dan Kepala Museum Nasional

Europalia adalah sebuah festival seni dan budaya utama bertaraf internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dengan tujuan merayakan pusaka budaya dari negara yang diundang. Pusat penyelenggaraan festival ini bertempat di Brussel, Belgia dan telah diinisiasi semenjak tahun 1969. Rangkaian festival biasanya memilih satu negara dengan peradaban khas sebagai tema yang kemudian ditampilkan dalam kegiatan eksebisi yang berlangsung selama empat bulan. Dalam Penyelenggaraan terakhir yang dilaksanakan pada tahun 2015, Europalia mengundang Turki sebagai negara tamu dengan tema pameran yang dilekatkan pada judul Anatolia.

Tim Kurator Europalia 2017 Sementara berdiskusi mengenai objek pilihan Dirk Vermalen, Wim Manuhuttu dan Daud Tanudirdjo
Tim Kurator Europalia 2017 Sementara berdiskusi mengenai objek pilihan Dirk Vermalen, Wim Manuhuttu dan Daud Tanudirdjo

Tahun 2017 mendatang Indonesia telah dipilih sebagai negara yang akan menjadi tema dalam pameran yang akan berlangsung mulai bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018. Berkaitan dengan itu rangkaian persiapan telah dilaksanakan. Mulai dari penandatanganan kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; pembentukan tim kerja termasuk tim kurasi; penyusunan konten kegiatan dan jadwal; serta tentu saja pemilihan objek-objek budaya terbaik asal Indonesia yang akan dipamerkan.

Proses Pemilihan Objek Pameran oleh Direktur Seni Europalia, Dirk Vermalen
Proses Pemilihan Objek Pameran oleh Direktur Seni Europalia, Dirk Vermalen
Makan Siang Tim Kurator Europalia 2017, Kepala Museum Nasional, Kepala Balai Arkeologi Maluku, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon bersama rombongan
Makan Siang Tim Kurator Europalia 2017, Kepala Museum Nasional, Kepala Balai Arkeologi Maluku, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon bersama rombongan

Pemilihan koleksi benda budaya memang merupakan inti dari persiapan festival ini. Menimbang eksebisi merupakan konten yang menjadi roh Festival Seni dan Budaya Europalia. Bisa dibayangkan dari jutaan objek seni dan benda budaya asal negara yang diundang, yang kali ini adalah Indonesia, hanya beberapa ratus item yang akan dipilih untuk ditampilkan dalam pameran. Hal mana dapat dipahami bahwa proses kurasi dan pemilihan akan berlangsung dengan sangat selektif. Objek yang ditampilkan dengan sendirinya merupakan benda budaya yang dipandang sebagai representasi pencapaian tertinggi nilai-nilai sejarah budaya dan peradaban suatu bangsa.

Presentasi oleh Peneliti Balai Arkeologi Maluku, Marlon Ririmasse tentang Arkeologi Kepulauan Tanimbar untuk Tim Kurator
Presentasi oleh Peneliti Balai Arkeologi Maluku, Marlon Ririmasse tentang Arkeologi Kepulauan Tanimbar untuk Tim Kurator

Maka rasanya menjadi catatan tersendiri, ketika tim kurator Festival Seni dan Budaya Europalia, memilih Maluku sebagai tempat kedua yang dikunjungi setelah Museum Nasional di Jakarta  dalam rangka pemilihan objek untuk eksebisi tahun 2017 tersebut. Pada kesempatan pertama, tim kurator bersama Kepala Balai Arkeologi Maluku melakukan tatap muka dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku untuk menyampaikan maksud kedatangan tim sekaligus mendapatkan masukan terkait rencana pemilihan koleksi Maluku untuk Festival Europalia.

Dalam kesempatan ini tim mengunjungi Museum Negeri Siwalima serta lembaga terkait untuk memilih objek-objek yang akan ditampilkan dalam festival tahun mendatang. Balai Arkeologi Maluku juga mendapat kesempatan mempresentasikan hasil-hasil penelitian di Kepulauan Tanimbar sebagai pertimbangan bagi tim kurator dalam pemilihan objek-objek untuk festival nanti. Dalam pengamatan kami, melihat antusiasme tim kurator, cukup banyak benda budaya Maluku yang dipandang memiliki nilai tinggi untuk ditampilkan nanti. Sukses untuk Indonesia dalam Festival Europalia 2017. (MNR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.