web analytics

Penelitian Arkeologi Budaya Akhir Pleistosen-Awal Holosen di Nusantara: Penelitian Megalitik di Garis Khatulistiwa Provinsi Maluku Utara

Penelitian ini merupakan penelitian awal yang bersifat eksploratif untuk mendokumentasikan segala bentuk tinggalan arkeologi berciri megalitik yang ada di Provinsi Maluku Utara khususnya di Pulau Halmahera dan sekitarnya yang dilalui oleh garis khatulistiwa (Equator).

Tradisi megalitik berlangsung dalam masyarakat bercocok tanam, dimana masyarakat mengenal kepercayaan terhadap nenek moyang (ancestor worship). Tradisi ini meliputi kurun waktu yang cukup lama karena eksistensinya berlangsung mulai masa neolitik sekitar 4500 tahun yang lalu sampai dengan masa sekarang. Ada pendapat beberapa ahli bahwa munculnya tradisi megalitik merupakan dampak migrasi dari kelompok Austronesia. Di Maluku, dimana wilayah ini dianggap jauh dari pengaruh budaya Hindu, kemungkinan pengaruh budaya dan religi yang dianut sekarang ini, lebih lebih dekat dipengaruhi oleh budaya prasejarah dan proto sejarah. Dalam banyak kasus, ditemui adanya petunjuk diantara aspek-aspek religi Islam, bahkan Kristen mempertahankan aspek-aspek tradisi megalitik yang lebih kuno dan tersebar luas di dunia Austronesia. Dengan demikian, religi orang Maluku, yang sangat menghormati dan memuja roh-roh leluhur dan merupakan ciri religi Austronesia dan mungkin berpengaruh terhadap munculnya praktik keagaaman yang masih mempertahankan praktek religi masa megalitik.

Beberapa tinggalan arkeologi yang berciri megalitik yang kami temukan antara lain lumpang batu, patahan alu, batu dakon, bekas lokasi permukiman kuno dan makam kuno berbentuk oval, nampak terdapat pecahan batu karang yang diletakan di sekelilingnya.

© 2018 Balai Arkeologi Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *