web analytics

Menelusuri Jejak Pemukiman dan Hunian Kuno di Kawasan Taman Nasional Manusela Pulau Seram

Pintu Gua Angsonyi di Kawasan Karst Masihulan

Penelitian ini diinisiasi atas laporan sejumlah masyarakat dan pendaki gunung yang menginformasikan indikasi keberadaan permukiman kuno di Pegunungan Binaiya. Sejumlah laporan tersebut antara lain tahun 2014 datang dari tim pendaki gabungan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) yang bergiat dalam kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM), tahun 2015 laporan dari Mapala Universitas Pattimura yang bertemu dengan tim penelitian Balai Arkeologi Maluku di Desa Huaulu, tahun 2016 laporan dari tim pendaki gabungan lintas organisasi, dan tahun 2017 laporan dari tim ekspedisi speleologi Mapala UI. Berdasarkan sejumlah laporan tersebut, Balai Arkeologi Maluku memperoleh informasi bahwa terdapat indikasi permukiman kuno yang berlokasi di suatu tempat bernama Puncak Indikasi tersebut berdasarkan hasil temuan dan pengamatan langsung oleh masyarakat yang melakukan pendakian ke lokasi tersebut. Sejumlah indikasi permukiman kuno yang diamati dan dilaporkan antara lain terdapat sejumlah struktur atau susunan batu yang membentuk dinding hingga menyerupai sebuah bangunan. Beberapa laporan menginterpretasikan bentuk bangunan tersebut berbeda-beda, antara lain berbentuk kubah, kubus, benteng, dan beragam interpretasi bentuk bangunan lainnya. Selain itu, masyarakat juga menggambarkan terdapat belasan batu yang memiliki bentuk menyerupai tempat duduk yang tampak diletakkan dalam pola tertentu.

Tujuan besar dari penelitian ini adalah melakukan perekaman data arkeologis yang pertama khususnya di Puncak 3035 sebagai salah satu lokasi yang diyakini merupakan hunian pertama masyarakat asli Maluku dan menelusuri jejak-jejak hunian kuno di Kawasan Karst pesisir Utara Pulau Seram, yaitu daerah Sawai-Saleman yang merupakan lokasi ditemukannya gambar cadas di dinding tebing karst. Penelitian ini juga melakukan pengumpulan data etnoarkeologi di permukiman tradisional Desa Huaulu dan Desa Roho. Pengumpulan data etnoarkeologi ini dilakukan dalam rangka mengkaji kearifan lokal masyarakat Pulau Seram yang masih mempertahankan cara-cara hidup arboreal, yaitu memanfaatkan hasil hutan untuk kehidupan sehari-hari namun memiliki kearifan lokal yang mampu melestarikan hutan itu sendiri. Berdasarkan publikasi oleh Latinis dan Stark (2015) menuliskan bahwa cara-cara hidup arboreal masyarakat asli Maluku yang masih bertahan saat ini adalah kearifan lokal yang telah berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari referensi yang dapat mendukung analisis etnoarkeologi terkait aktivitas masyarakat asli Maluku pada masa lalu dan sejumlah isu yang dapat dibangun mengenai kronologi perkembangan serta migrasi yang terjadi dari Pulau Seram ke wilayah-wilayah lainnya di Kepulauan Ambon Lease.

Medan Karst di ketinggian 2600 mdpl

Sebagai sebuah penelitian awal, penelitian ini diharapkan dapat memberikan output berupa:

  1. Data spasial permukiman-permukiman dan hunian kuno berupa kawasan maupun lokasi gua yang ditemukan melalui hasil eksplorasi di lapangan.
  2. Rekonstruksi aspek keruangan atau lanskap batas-batas wilayah permukiman kuno atau Negeri lama yang ditemukan menggunakan analisis data spasial.
  3. Mendapatkan pengetahuan mengenai potensi arkeologis dari sejumlah gua yang ditelusuri di kawasan taman Nasional Manusela.
  4. Hasil kajian etnoarkeologi di permukiman-permukiman tradisional di sekitar Taman Nasional Manusela.
  5. Menjadi referensi yang melengkapi data kesejarahan yang masih kosong mengenai salah satu aspek kehidupan masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Seram pada masa prakolonial.

Hasil penelitian ini menghasilkan deskripsi awal terhadap kondisi medan tempuh dan bentukan endokarst sepanjang jalur pendakian dari sisi Selatan ke arah Puncak Binaiya (3027 mdpl) dan Puncak Siale (3035 mdpl). Indikasi permukiman atau hunian kuno di sepanjang pegunungan Manusela berdasarkan penuturan tradisi lisan masyarakat belum dapat dipastikan secara ilmiah karena perolehan bukti arkeologis yang tidak dapat dicapai di lokasi Puncak Siale (3035). Hasil penelusuran data etnografi di permukiman tradisional Desa Huaulu dan Desa Roho relatif dapat mendeskripsikan kehidupan keseharian masyarakat yang menganut sistem arboreal sebagai bentuk kejeniusan lokal masyarakat asli Maluku. Pada penelusuran data hunian kuno yang merujuk pada gambar cadas di kawasan karst Sawai—Saleman di sepanjang Pesisir Utara Pulau Seram, penelitian ini memperoleh data hunian kuno atau gua hunian di sepanjang kawasan karst pedalaman di wilayah Masihulan, Sawai, dan Saleman. Beberapa hunian kuno yang teridentifikasi berdasarkan data arkeologis berupa sampah konsumsi cangkang moluska dan bentukan lanskap geografisnya, menunjukkan hubungan kontekstual yang kemungkinan sejaman dengan masa kehidupan komunitas manusia yang menghasilkan gambar cadas di kawasan karst tebing pantai Sawai. Hambatan dalam kegiatan pengumpulan data:

  1. Target menuju lokasi Puncak Siale 3035 di Pegunungan Manusela tidak tercapai karen Navigator Lapangan kehilangan arah menuju lokasi;
  2. Kondisi cuaca dan medan yang ekstrim menyebabkan penelusuran menuju lokasi PuncSiale 3035 terhenti di titik Puncak 3027 namun Tim penelitian akan melanjutkan usberikutnya pada waktu dan kondisi yang mendukung;
  3. Kekurangan Anggota Tim yang memenuhi standar kelayakan fisik dan stamina, sertpengalaman bergiat di alam terbuka sehingga tim harus dibagi dua kelompok;
  4. Medan jalur yang ditempuh menuju lokasi Puncak Siale 3035 berdasarkan standAsosiasi Pegiat Aktivitas Pendakian Gunung tergolong ke dalam kategori meberbahaya grade A yang membutuhkan keahlian, manajemen ekspedisi, dan standar keselamatan yang memadai, dan Tim Penelitian sudah berupaya maksimal memenuhiseluruh standar keselamatan dengan sejumlah peralatan dan perlengkapan rescnamun pada usaha berikutnya faktor pra riset terkait orientasi cuaca dan penentwaktu yang tepat harus dipertajam. -Muhammad Al Mujabuddawat

© 2019 Balai Arkeologi Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *