web analytics

Gambar Cadas Manusia di Kepulauan Maluku

Gambar cadas adalah sebuah isu menarik di dunia, karena semua benua memiliki situs gambar cadas. Kepemilikan situs-situs gambar cadas di dunia, dikelompokkan dalam karakter lingkungan: gua, ceruk, dinding batu, bongkahan batu, dan terletak hanya di pesisir laut dan di pegunungan atau hutan dengan akses air selalu mengelilingi kawasan situs. Tahun 2014 sampai dengan tahun 2019 adalah lanjutan dekade penelitian gambar cadas di Maluku, setelah sebelumnya dilakukan pada abad ke 19. Sejak saat itu telah memberikan warna warni informasi penelitian arkeologi gambar cadas di Dunia dan Asia Tenggara (Indonesia).

Tahun 2020 merupakan tahun musibah pendemi Covid-19 dan semua mekanisme penelitian dialihkan dalam bentuk desk study. Dilaksanakan penelitian arkeologi desk studigambar cadas dengan menelaah salah satu gambar, yaitu gambar manusia. Gambar ini penting, karena 1) informasi arkologi terkait gambar manusia masih belum maksimal; 2) Kepulauan Maluku sampai saat ini belum mendapatkan situs kerangka manusia, layaknya di nusantara lainnya seperti: Gua Harimau, Flores, Sangiran; 3) penting dalam informasi rekonstruksi peradaban manusia pendukung gambar cadas.

Penelitian arkeologi gambar cadas di Kepulauan Maluku, Indonesia menggunakan metode desk study dengan teknik pengumulan data terdahulu dan terbaru guna menelaah pertanyaan dan isu penelitian.

Hasil penelitian arkeologi yang dilaksanakan pada kedua pulau, yaitu Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Pulau Kaimear, Kota Tual Provinsi Maluku, tercatat sebanyak 11 situs gambar cadas antropormof atau gambar manusia, yang tersebar di dinding gua, ceruk, lantai ceruk, bongkahan batu. Karakter lingkungan kedua situs berada di pulau kecil atau karakter pesisir. Situs-situs tersebut antara lain: Situs Her Sor Sorot, Herku, Wakurai, Len Honhorok, Here Sorot Entapa, Intutun, Irmula, Salpuru, Liotitin, Kulwasuru, Kel Lein. Terekam jumlah gambar cadas manusia atau antropormof pada 11 situs tersebut adalah 100 gambar, dengan jumlah sebanyak 80 gambar di Pulau Kisar, dan 20 gambar di Situs Kel Lein, Pulau Kaimear. -Lucas Wattimena

© 2020 Balai Arkeologi Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *