web analytics

Asesmen Nilai Penting dan Upaya Pelestarian Tinggalan Perang Dunia II di Pulau Morotai Maluku Utara

Sosialisasi Arkeologi di SMA Negeri 1 Pulau Morotai

Penelitian arkeologi yang dilaksanakan di wilayah Pulau Morotai dan pulau-pulau sekitarnya dilakukan untuk melihat sejauh mana tinggalan arkeologis sisa Perang Dunia II bersisian dengan ruang hidup masyarakat. Penelitian mencakup beberapa desa diantaranya; Desa Joubela, Darame, Juanga, dan Desa Gotalamo yang kesemuanya berada di wilayah
administratif Kecamatan Morotai Selatan. Warga sekitar dari desa tersebut memiliki pemaknaan beragam mengenai sumber daya arkeologis di sekitar mereka.

Secara langsung dapat dikatakan penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana masyarakat menarasi-ulangkan cagar budaya yang ada di sekitar mereka. Argumentasi dari berbagai stakeholder di Morotai setidaknya dapat memberikan gambaran bagaimana postur pendirian masyarakat dalam rangka upaya melestarikan warisan budaya sisa Perang Dunia II di sana. Dokumentasi menggunakan drone dipakai untuk perekaman data penelitian agar melihat secara aktual beberapa toponomi asli seperti pantai armydock dan blue beach, yang mana merupakan lokasi yang sarat peristiwa sejarah yaitu lokasi pendaratan pasukan sekutu di Morotai.

Hasil penelitian awal yang diperoleh adalah bahwa postur pendirian/ standpoint dari berbagai pemangku kepentingan /stakeholder cukup beragam, mulai dari mereka yang reaktif, defensif, akomodatif dan proaktif terhadap isu pelestarian di sana. Perhatian utama dari penelitian ini tidak lain adalah untuk mendeteksi apakah sudah ada legislative context berupa Perda/ Peraturan Daerah, ataupun Detailed Engineering Design/ DED yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Morotai agar tinggalan arkeologis sisa Perang Dunia II di sana terpreservasi. Survei kawasan dan wawancara kualitatif dipilih sebagai pendekatan utama untuk mengumpulkan data.

Bekas Tank Amfibi berjenis Landing Vehicle Tracked

Dalam penelitian ini didapati beberapa lokasi situs yang erat kaitannya dengan peristiwa bersejarah lainnya yaitu peristiwa desakan pasukan Sekutu terhadap Jepang di Morotai. Beberapa indikasi makam sekutu, dome/ kubah perlindungan, dan struktur bangunan cukup banyak ditemui, terlebih di bagian tanjung yang menyempit/ Tanjung Dehegila. Tinggalan-tinggalan tersebut dipandang bisa mewakili potensi arkeologis yang ada. Ditambah juga beberapa sisa peluru dan artileri perang yang banyak menjadi koleksi penduduk di rumah-rumah mereka, sangat menarik untuk ditelusuri. Setelah penjelasan potensi arkeologis di atas, sebagailangkah berikut adalah klasifikasdan analisis untuk mengenali halhal yang berhubungan denganusaha pelestarian. Pelestariantentu saja merupakan hal yangpenting untuk dilakukan agar fisikdan meaning dari tinggalanarkeologis dan kawasan historisyang ada di daerah ini mengalamiextension/ perluasan makna. Pengamatan atas data awal yang terkumpul dapat dicermati bahwa ada sejumlahpermasalahan yang musti diurai agar usaha peles-tarian dapat berjalan efektif dan efisien.

Permasalahan pertama adalah keseriusan dan regulasi dari Pemerintah Kabupaten Morotai untuk membentuk TACBD/ Tim Ahli Cagar Budaya yang bekerja mendata ulang potensi arkeologis yang ada. Berikutnya adalah bagaimana peran aktif masyarakat yang memiliki kesadaran untuk tidak melakukan aksi vandalisme berupa penggalian liar mencari sisa/ relik Perang Dunia II sebatas untuk koleksi semata. Penduduk seyogianya dapat melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyangkut koleksi mereka untuk dilindungi dan dimasukkan ke dalam Museum Perang Dunia II dan Trikora di sana. Juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya cagar budaya demi kemaslahatan dan menjamin kecukupan informasi sejarah bagi generasi yang akan datang. Sosialisasi Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010, terkait mengenai hak dan kewajiban masyarakat berkaitan dengan cagar budaya. -Karyamantha Surbakti

© 2019 Balai Arkeologi Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *