web analytics

Arkeologi dan Diaspora Pusaka: Menelusuri Persebaran Benda Budaya Kepulauan Maluku Tenggara di Indonesia

Beberapa objek arkeologi dari masyarakat Tanimbar di Museum Nasional

Peran Kepulauan Maluku Tenggara dalam kajian sejarah budaya masa lalu di kawasan Kepulauan Asia Tenggara Oseania setidaknya dapat ditinjau melalui tiga sudut pandang. Pertama, mencakup peran kepulauan ini sebagai salah satu kemungkinan kawasan jembatan antara Sahul dan Sunda serta bukti-bukti yang mendukung adanya keterhubungan antar pulau pada masa Plestosen dan Awal Holosen. Kedua, berkaitan dengan asal usul budidaya pertanian di kepulauan ini serta interaksi antara pemukim awal dan kelompok migran berpenutur bahasa Austronesia. Ketiga, keterlibatan Maluku Tenggara sebagai salah satu kawasan sumber komoditi eksotik di Kepulauan Maluku dalam kurun 2000 tahun terakhir.

Pemamahan tentang proses diaspora ragam benda budaya ini kiranya dapat menjadi salah satu sumber bagi pengetahuan akan dinamika sosial masa lalu di Kepulauan Maluku Tenggara. Termasuk memahami proses kontak, interaksi dan mobilitas antara wilayah ini dengan dunia luar. Pemahaman tentang proses kolosal ini dipandang dapat memperkaya pengetahuan tentang sejarah budaya Kepulauan Maluku Tenggara dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan studi arkeologi di wilayah ini.

Obyek arkeologi lain dari masyarakat Tanimbar di Museum Nasional

Diaspora benda budaya dan pusaka Kepulauan Maluku Tenggara merupakan proses panjang yang dipandang dapat memberi pengetahuan tentang dinamika social masa lalu di wilayah ini dan berkontribusi bagi pengembangan studi arkeologi di Maluku dan Indonesia. Mengacu pada kondisi di atas maka sasaran penelitian ini adalah:

  1. Menemukenali karakteristik pusaka benda budaya dan pusaka Kepulauan Maluku Tenggara yang ada di Museum di Indonesia
  2. Memahami relevansi karakter himpunan objek ini bagi studi arkeologi di Kepulauan Maluku Tenggara dan Maluku

Untuk menjangkau sasaran di atas maka dilakukan pengumpulan data dengan merekam himpunan objek asal Kepulauan Maluku Tenggara di Museum Nasional Jakarta dari tanggal 27 Maret – 10 April 2019.

Pengumpulan data penelitian ini dilakukan di dua lokasi yaitu di lantai enam dan lantai tujuh gedung kantor Museum Nasional. Lantai enam merupakan lantai dimana terdapat beberapa ruang yang dikhususkan seperti gudang atau storage koleksi museum dari berbagai wilayah etnik di Indonesia. Lantai tujuh merupakan ruangan Kepala Museum Nasional dan Kasi Registrasi guna mendulang informasi verbal dari wawancara yang dilakukan. Selain itu, tim juga diajak berkeliling ke lantai paling bawah tempat beberapa koleksi yang masih teronggok sepulang dari perhelatan pameran di Belgia 2017 silam. Sasaran utama penelitian ini menyasar objek arkeologi yang berkaitan dengan ekspresi budaya Maluku-Tanimbar yang ada di Museum Nasional. Beberapa benda material tersebut kemudian didokumentasi baik foto maupun video.

Tenaga peneliti yang dilibatkan dalam penelitian ini berasal dari lingkup Balai Arkeologi Maluku dengan bidang kepakaran yang relevan dibantu oleh tenaga teknis dengan keahlian yang sesuai kebutuhan penelitian. Hasil pengumpulan data telah menghimpun lebih dari 50 objek asal Kepulauan Maluku Tenggara yang menjadi koleksi Museum Nasional. Direkam juga himpunan informasi yang terkait dengan sejarah pengumpulan; konteks dalam basis data dan ancangan tata kelola koleksi ke depan dalam perencanaan pengembangan Museum Nasional. -Marlon NR. Ririmasse

© 2019 Balai Arkeologi Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *